VPN atau Private DNS?
Tutorial -  Rud Achmed - 13 Aug 2020

Bagi sobat pengguna Smartphone pasti tidak asing dengan VPN (Virtual Private Network) dan Private DNS. Dua fitur ini ada pada setiap Smartphone untuk mendukung komunikasi jaringan lebih baik, bagaimana cara kerja VPN dan Private DNS itu sendiri?

1. VPN (Vritual Private Network)

Merupakan jaringan komputer yang saling terhubung melalui internet namun bersifat jaringan lokal, tujuannya untuk keamanan dan integritas data, dengan VPN yang menggunakan enkripsi pada komunikasi datanya mampu meminimalisir adanya MITM attack (Man-in-the-middle attack) dimana seseorang dapat mencegat dan mengambil data yang sifatnya rahasia, saat terjadinya komunikasi.

Saat ini VPN lebih banyak digunakan pada korporasi besar, yang bertujuan untuk melindungi komunikasi data antar kantor/perusahaan cabang.

Tidak menutup kemungkinan VPN juga digunakan pada Komputer pribadi ataupun Smartphone dengan tujuan untuk membuka blokir yang telah ditentukan pada setiap ISP (Internet Service Provider), karena komunikasi dari Komputer/Smartphone akan melalui data yang terenkripsi dan lolos dari blokir, seperti contohnya Telk*m memiliki filter DNS untuk memblokir situs-situs yang bersifat pornografi, sara dan konten negatif, maka jika ada pengguna mengakses situs tersebut maka DNS Telkom akan mengarahkan halaman web kedalam situs pemblokiran mereka, dengan menggunakan VPN request untuk membuka halam tersebut akan langsung menuju server VPN yang akan meneruskan request tersebut langsung ke alamat web yang dituju, sehingga semua transaksi data terjadi antara perangkat kita >> VPN Server >> alamat tujuan dan sebaliknya

2. Private DNS

Private DNS juga dapat berfungsi untuk bypass filter DNS dari ISP, yaitu meminta request ke penyedia DNS dengan protokol keamanan TLS (Transport Layer Security) sehingga queries atau permintaan DNS ini tidak dapat dirubah atau dimodifikasi pihak lain, sama halnya dengan VPN yang bertujun untuk menghindari MITM attack.

Perbedaannya Private DNS tidak akan mengekripsi keseluruhan transaksi data, namun hanya pada DNS request saja, sehingga alamat IP yang terlihat tetap alamat IP pribadi kita bukan alamat IP seperti pada server VPN, dan juga transaksi data terjadi langsung antara perangkat kita dengan alamat tujuan.

Lalu pertanyaan sebaiknya menggunakan VPN atau Private DNS?

Jawabannya adalah... sesuaikan dengan kebutuhan, namun perlu diingat menggunakan VPN tentunya akan memiliki kelemahan pada jarak tempuh data dimana data melewati 3 titik (perangkat >> VPN >> alamat tujuan) dibandingkan dengan komunikasi normal antara perangkat lngsung dengan alamat tujuan, yang berimbas pada kecepatan uload/download data.

Bagaimana menggunakannya?

VPN

VPN biasanya berbayar tetapi untuk pengguna smartphone ataupun komputer dapat menggunakan VPN gratis dari penyedia Psiphon, tinggal download dan jalankan, untuk smartphone Android cukup download file apk dan install.

Jika memiliki akun yang diberikan perusahaan cukup masukkan pada konfigurasi jaringan misal pada smartphone Android, masuk ke Settings, lalu ke Network & Internet, lalu pilih pengaturan tambahan (Advance), lalu VPN.

Private DNS

Masukkan data dibawah pada smartphone Android dengan cara masuk Setting, lalu masuk Network & Internet, lalu pilih pengaturan tambahan (Advance), lalu pilih Private DNS

berikut daftar beberapa penyedia:

DNS-over-HTTPS

Hosted by DNS Server Name
Google dns.google
CloudFlare one.one.one.one
Quad9 dns.quad9.net
CloudFlare cloudflare-dns.com

DNS-over-TLS (DoT)

Hosted by IP addresses
Cloudflare 1.1.1.1 or 1.0.0.1 2606:4700:4700::1111 or 2606:4700:4700::1001
Google 8.8.8.8 or 8.8.4.4 2001:4860:4860::8888 or 2001:4860:4860::8844
CleanBrowsing Various, see the CleanBrowsing website
Adguard Various, see https://adguard.com/en/blog/adguard-dns-announcement/
comments powered by Disqus